Banjir Jakarta Hari Ini, 20 RT di Jaktim dan Jaksel Terendam

oleh -1413 Dilihat
oleh

20 RT di Jakarta Selatan dan Timur Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Ciliwung

Banjir Jakarta Hari Ini, 20 RT di Jaktim dan Jaksel Terendam

Majalah Jakarta Selatan — Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Senin malam (27/10/2025) menyebabkan Sungai Ciliwung meluap, hingga menimbulkan banjir di 20 rukun tetangga (RT) di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada Selasa pagi (28/10/2025).

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta), Mohamad Yohan, mengatakan bahwa luapan sungai terjadi akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu Ciliwung, yakni kawasan Bogor dan Depok, yang kemudian meningkatkan debit air di aliran sungai menuju Jakarta.

“Banjir merendam 20 RT di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Peningkatan debit air di Bendung Katulampa sudah mencapai status Waspada (Siaga 3) pada Senin malam pukul 19.00 WIB, dan kondisi serupa terjadi di Pos Pantau Depok sekitar pukul 21.00 WIB,” ujar Yohan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Menurutnya, kondisi tersebut mengakibatkan air kiriman dari Bogor dan Depok tiba di Jakarta beberapa jam kemudian dan meluap di sejumlah wilayah bantaran Sungai Ciliwung.

BPBD DKI mencatat hingga pukul 06.00 WIB, terdapat 20 RT yang terdampak banjir, dengan ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 120 sentimeter.

Rincian Wilayah Terdampak:

Jakarta Selatan (2 RT):

  • Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu – 2 RT

    • Ketinggian air: sekitar 60 cm

Jakarta Timur (18 RT):

  • Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara – 5 RT

    • Ketinggian air: 100–120 cm

  • Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara – 4 RT

    • Ketinggian air: sekitar 100 cm

  • Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati – 1 RT

    • Ketinggian air: 40 cm

  • Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati – 5 RT

    • Ketinggian air: 100 cm

  • Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati – 3 RT

    • Ketinggian air: 80 cm

Yohan menambahkan bahwa BPBD bersama petugas gabungan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA), Satpol PP, PPSU, dan relawan kebencanaan telah dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terdampak dan menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah lokasi.

“Saat ini, sebagian besar genangan mulai surut di wilayah dengan ketinggian air rendah. Namun kami tetap menyiagakan pompa air dan tim pemantau di setiap posko,” jelasnya.

BPBD DKI Jakarta juga menegaskan tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut, namun belasan warga di Bidara Cina dan Kampung Melayu sempat mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu air surut.

BMKG Imbau Waspada Hujan Lanjutan

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di sebagian besar wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari ke depan.

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, menyebutkan bahwa fenomena Monsun Asia aktif, ditambah gelombang Rossby dan Madden-Julian Oscillation (MJO), meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Jawa bagian barat, termasuk DKI Jakarta.

“Hujan berintensitas tinggi diperkirakan masih akan turun terutama pada sore dan malam hari. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan, banjir bandang, maupun angin kencang,” ujarnya.

Kesiapsiagaan Warga dan Antisipasi Pemprov

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas SDA juga terus memantau kondisi pintu air di seluruh wilayah. Pintu Air Manggarai dan Karet berada pada status Siaga 3 (Waspada) sejak dini hari.

Petugas lapangan menyiapkan pompa mobile, karung pasir, serta melakukan pembersihan sampah di saluran air untuk mempercepat penurunan debit air. Selain itu, Pemprov juga mengimbau warga agar tidak membuang sampah ke sungai, karena sumbatan menjadi salah satu penyebab utama luapan air di kawasan padat penduduk.

Di sisi lain, sejumlah warga bantaran sungai di Pejaten Timur dan Kampung Melayu mengaku sudah terbiasa bersiap menghadapi banjir kiriman dari hulu. Mereka memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi sejak Senin malam begitu mendapat informasi dari petugas pos pantau.

“Begitu dapat kabar dari Katulampa naik status, kami langsung siaga. Sekitar jam tiga pagi air mulai masuk halaman,” kata Rudi, warga RT 04/RW 05 Bidara Cina.

BPBD DKI memastikan akan terus memantau situasi dan memperbarui laporan secara berkala melalui kanal resmi, termasuk akun media sosial @BPBDJakarta, aplikasi JAKI, dan situs Jakarta.go.id.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.