
Majalah Jakarta Selatan — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menegaskan urgensi pembangunan embung sebagai salah satu strategi pengendalian banjir di wilayah Kecamatan Jagakarsa dan Pesanggrahan, terutama pada kawasan-kawasan yang kerap dilanda genangan saat musim hujan.
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, mengatakan bahwa pembangunan embung menjadi kebutuhan mendesak karena karakteristik kedua kecamatan tersebut memiliki aliran air yang relatif tinggi serta kondisi morfologis yang mudah tergenang ketika curah hujan meningkat.
“Saya mau mengajukan kepada pimpinan agar dapat dibangun tempat penampungan air yang bermanfaat untuk mengatasi persoalan banjir, seperti embung,” ujar Anwar saat meninjau sejumlah titik banjir di wilayah Jakarta Selatan, Jumat.
Pemanfaatan Lahan Aset Pemprov DKI
Dalam tinjauannya, Anwar mengungkapkan bahwa terdapat lahan seluas 2,9 hektare di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, yang saat ini tercatat sebagai aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, lahan tersebut sangat potensial untuk dijadikan embung atau area penahan air yang berfungsi menampung limpasan air hujan sebelum dialirkan ke saluran yang lebih besar.
“Lahan ini bisa menjadi lokasi efektif untuk menampung air saat debit meningkat, sehingga aliran ke permukiman dapat ditekan,” katanya.
Aspirasi Warga: Pembuatan Sodetan Kali Uangan
Selain usulan pembangunan embung, Anwar menjelaskan bahwa warga di wilayah Bintaro juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan pembuatan sodetan di Kali Uangan, khususnya pada segmen yang terhubung dengan Saluran Penghubung Rengas.
Menurut warga, sodetan tersebut akan menjadi jalur alternatif bagi aliran air sehingga tidak seluruh debit menumpuk di satu titik. Dengan adanya jalur baru, distribusi aliran air dapat lebih merata dan risiko luapan bisa dikurangi secara signifikan.
“Sodetan ini dinilai dapat membuat aliran air semakin lancar dan tidak mudah meluap apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Anwar.
Langkah Lanjutan Pemkot Jaksel
Anwar menegaskan bahwa seluruh masukan warga telah dicatat dan akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait, termasuk Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta dan Pemprov DKI. Ia berharap upaya kolaboratif dapat menghasilkan solusi jangka panjang yang mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat, terutama pada kawasan rawan genangan seperti Bintaro, Ulujami, Jagakarsa, dan sekitarnya.
Selain pembangunan embung dan sodetan, Pemkot Jaksel juga berencana melakukan normalisasi saluran, pengerukan sedimentasi, serta pemeliharaan pompa untuk memastikan seluruh sistem pengendalian banjir berfungsi optimal selama musim hujan.



