
Majalah Jakarta Selatan – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dengan menggelar kerja bakti massal dan pemangkasan pohon di seluruh kecamatan. Langkah ini menjadi bagian dari mitigasi bencana yang diprioritaskan menjelang puncak musim hujan akhir 2025.
Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar, dalam pengarahan pejabat baru di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis, menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah tingkat kecamatan dan kelurahan diwajibkan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan wilayah masing-masing.
“Besok, Minggu (9/11), kerja bakti dilakukan di semua wilayah. Para camat dan lurah tolong turun langsung. Kita juga akan memeriksa pohon-pohon yang kondisinya sudah membahayakan, dan segera melakukan pemangkasan,” ujar Anwar.
Mitigasi Risiko Cuaca Ekstrem
Anwar menyampaikan bahwa cuaca ekstrem di wilayah Jakarta Selatan berpotensi menimbulkan hujan lebat, angin kencang, hingga kejadian pohon tumbang. Daerah-daerah dengan kontur tanah labil, ruang hijau yang lebat, serta pemukiman padat menjadi titik yang harus diwaspadai.
“Cuaca ekstrem bisa menimbulkan berbagai gangguan, mulai dari genangan, banjir lokal, hingga pohon tumbang yang dapat membahayakan warga. Ini yang harus kita antisipasi secara dini,” katanya.
Ia meminta seluruh pemangku wilayah agar tidak ragu melakukan tindakan cepat, terutama jika ditemukan pohon besar yang terlihat rapuh, berlubang, atau condong.
“Kalau memang ditemui pohon yang sudah besar tetapi kondisinya keropos, segera koordinasikan dengan Satpol PP atau pihak terkait. Jangan ditunda. Pemangkasan atau penebangan bisa dilakukan demi keselamatan warga,” ujarnya.
Kerja Sama dengan Sudin Pertamanan dan Hutan Kota
Pemkot Jaksel juga bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap pohon-pohon yang memerlukan perawatan intensif. Pendataan ini mencakup identifikasi pohon rawan tumbang, penilaian tingkat kekuatan batang, serta pemetaan risiko di lokasi-lokasi padat aktivitas masyarakat.
Dari data tersebut, Anwar berharap para camat dan lurah mampu menyusun skala prioritas penanganan, sehingga pohon yang paling berisiko dapat ditangani lebih awal.
“Dengan adanya data itu, camat dan lurah dapat memprioritaskan mana pohon yang harus segera dipangkas atau ditebang. Jangan sampai terjadi insiden yang sebenarnya bisa kita cegah,” ucapnya.
Mendorong Keterlibatan Masyarakat
Selain menggerakkan aparat, Pemkot Jaksel juga mendorong partisipasi warga dalam kegiatan kerja bakti rutin. Anwar menilai edukasi dan gerakan bersama di tingkat RT/RW dapat memperkuat budaya kesiapsiagaan menghadapi bencana musiman.
“Kita ingin masyarakat ikut terlibat. Kerja bakti bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga bentuk kepedulian bersama untuk menjaga keselamatan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa upaya pengurangan risiko bencana harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, mulai dari peningkatan infrastruktur drainase hingga peningkatan kewaspadaan lingkungan.



